PELAYANAN TERA DAN TERA ULANG DI KANTOR DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN TAHUN 2020 MULAI DIBUKA…..

14 January 2020 0 komentar admin

PELAYANAN TERA DAN TERA ULANG DI KANTOR DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN TAHUN 2020 MULAI DIBUKA…..

Sejalan dengan semakin meningkatnya kegiatan perekonomian baik industri, perdagangan, maupun jasa telah berdampak pada penggunaan alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) di masyarakat. Untuk melindungi kepentingan umum di sektor industri dan perdagangan diperlukan adanya jaminan dalam kebenaran pengukuran serta adanya ketertiban dan kepastian hukum dalam pemakaian satuan ukuran, standard satuan, metode pengukuran alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP).

Berdasarkan Pasal 12 Undang-Undang (UU) No. 2 Tahun1981 tentang Metrologi Legal menyatakan bahwa dengan Peraturan Pemerintah ditetapkan alat-alat UTTP yang wajib ditera dan ditera ulang, dibebaskan dari tera atau tera ulang, atau dari kedua-duanya. Pasal 12 dari UU No. 2 Tahun 1981 merupakan ketentuan pertama yang dalam hal ini dapat dipandang sebagai ketentuan pertama yang dalam hal ini dapat dipandang sebagai ketentuan tentang lingkup kegiatan Metrologi  Legal yang berkaitan dengan peralatan ukur yang diatur dalam Undang-Undang. Di sisi lain, kegiatan metrologi adalah untuk meningkatkan daya saing di bidang perdagangan.

Penggunaan alat UTTP memerlukan keterlibatan peran pemerintah untuk melindungi   konsumen dan kepentingan umum. Sejalan dengan hal ini terdapat lembaga atau instansi pemerintah yang berperan dan mempunyai kewenangan mengenai penggunaan alat ukur. Pengukuran semacam itu dilakukan oleh lembaga atau instansi yang diberi wewenang secara hukum yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) khususnya di Bidang Metrologi.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tulungagung dalam pelaksanaan kegiatan kemetrologian yaitu tera dan tera ulang alat UTTP. Proses kegiatan tera dan tera ulang dilakukan sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Pada bulan januari ini dilaksakan sebanyak lima kali.

 

Komentar

* Kolom yang harus diisi

Komentar (0)